Peralatan dan tenaga kerja
1. Kebutuhan pralata dan sarana pendukung budidaya jamur tiram
• Peralatan pembuatan baglog (media tanam) meliputi alat angkut bahan baku, pengayak, penampur dan alat pembuat baglog
• Peralatan sterilisasi/pasteurisasi lo tanam, boiler dan steamer
• Peralatan penanaman bibit jamur ke dalam baglog
• Peralatan panen dan pasca panen
Secara lengkap sebagai berikut :
Plastik PP ukuran 18x35 / 20x35
Cincin paralon
Alkohol
Pembakar bunzen
spirtus
Kapas / dakron / kertas + karet
Alat pengayak, sekop
Alat penganggkut bahan baku
Alat strerilisasi baglog ( berupa drum /oven / steamer /boiler /autoclave)
Ruang sterilisasi
Bejana bebas hama ( enkas / box steril / laminar flow)
Alat pengatur temperatur dan kelembaban ruangan
Timbangan ( kapasitas 10kg-100kg)
Alat pengepak
Vaccum sealer
Sarung tangan, pisau, gunting dan sebagainya
SUPLIER JAMUR TIRAM, BAGLOG, DAN KURSUS PEMBUATAN JAMUR TIRAM SEGAR HUBUNGI VARISJAMUR 085736930323
Selasa, 29 Desember 2015
Pembuatan rak jamur tiram
Tujuan pembuatan rak baglog antara lain agar susunan baglog isa tertata rapih, hasil yang maksimal dan untuk mempermudah pekerja dalam melaksanakan pemeliharaan dan pemanenan. Rak sebaiknya dibuat dari bambu tua agar tidak cepat rusak jika ditumbuhi jamur. Jumlah dan tinggi rak disesuaikan dengan tinggi ruangan dan jumlah baglog tanam yang akan dipelihara.
Rak diletakkan diantara jalan dengan jarak 60/ 80 cm ini dimaksudkan agar memudahkan untuk memanen karena tubuh buah jamur tumbuh dari depan dan dari belakang baglog
Tiang rak setinggi 2 meter dengan rak awal 15cm dari tanah setelah itu 40cm tiap skat raknya.

Dengan ukuran 40cm dapat diisi 3 tumpukan baglog dengan diameter 12cm
Model rak tumpuk 3 baglog seperti lebih aman dari ambrol, tumpukan baglog yang terlalu banyak kadang menyebabkan baglog yang paling awah kempes duluan akibatnya baglog diatasnya ambrol.
Jangan lupa kaki2 tiang dibungkus plastik atau diolesi dengan oli ini dimaksudkan agar terhindar dri rayap.
Rak diletakkan diantara jalan dengan jarak 60/ 80 cm ini dimaksudkan agar memudahkan untuk memanen karena tubuh buah jamur tumbuh dari depan dan dari belakang baglog
Tiang rak setinggi 2 meter dengan rak awal 15cm dari tanah setelah itu 40cm tiap skat raknya.

Dengan ukuran 40cm dapat diisi 3 tumpukan baglog dengan diameter 12cm
Model rak tumpuk 3 baglog seperti lebih aman dari ambrol, tumpukan baglog yang terlalu banyak kadang menyebabkan baglog yang paling awah kempes duluan akibatnya baglog diatasnya ambrol.
Jangan lupa kaki2 tiang dibungkus plastik atau diolesi dengan oli ini dimaksudkan agar terhindar dri rayap.
Pembangunan / pembuatan rumah jamur (kumbung jamur )
Rumah jamur (kumbung jamur) merupakan bangunan yang ruang didalamnya digunakan untuk
membudidayakan jamur tiram. Bentuk dan ukuran rumah kumbung disesuaikan dengan
kebutuhan. Dan rak baglog berfungs sebagai tempat untuk meletakkan baglog-baglog
jamur ang telah ditanam.

Budidaya jamur tiram secara tradisional tidak memerlukan ruang pemeliharaan.
Gelondongan kayu yang sudah ditanami bibit cukup ditempatkan di bawah rimbunan pohon.
Namu dalam budidaya jamur tiram secara intensif, pemeliharaan harus dilakukan di
dalam ruangan yang sesuai dan memenuhi syarat baik bentuk, ukuran, maupun lingungan.
Dan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram adalah
kelembaban.
Maka dari itu rumah kumbung yang dibuat idealya harus bisa memenuhi kelembaban yang
dibutuhkan.
Dindi rumah kumbung jamur bisa terbuat dari anyaman bambu/ tembok/ terpal/kayu.
Dinding bangunan harus dibuat sedemikian rupa sehingga sewaktu-waktu dapat dibuka
(ada jendela) utuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Untuk mengatur sirkulasi
udara di kubung bisa dibuatkan ventilasi buka tutup.
Lantai rumah kumbung sebaiknya beralaskan pasir atau tanah. Agar supaya setelah
dilakukan penyiraman pada lantai kelembabannya selalu terjaga. Atapnya dapat terbuat
dari genting, anyaman bambu, plastik gelombang berwarna gelap.
Ukuran bangunan disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu jumlah baglog tanam yang akan
dipelihara. Jumlah 1000 baglog kira-kira memerlukan luas 12 M persegi
Letak bangunan harus lebih tinggi daripada lahan sekitarnya untuk mencegah terjadinya
banjir akibat curah hujan yang deras.
membudidayakan jamur tiram. Bentuk dan ukuran rumah kumbung disesuaikan dengan
kebutuhan. Dan rak baglog berfungs sebagai tempat untuk meletakkan baglog-baglog
jamur ang telah ditanam.

Budidaya jamur tiram secara tradisional tidak memerlukan ruang pemeliharaan.
Gelondongan kayu yang sudah ditanami bibit cukup ditempatkan di bawah rimbunan pohon.
Namu dalam budidaya jamur tiram secara intensif, pemeliharaan harus dilakukan di
dalam ruangan yang sesuai dan memenuhi syarat baik bentuk, ukuran, maupun lingungan.
Dan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur tiram adalah
kelembaban.
Maka dari itu rumah kumbung yang dibuat idealya harus bisa memenuhi kelembaban yang
dibutuhkan.
Dindi rumah kumbung jamur bisa terbuat dari anyaman bambu/ tembok/ terpal/kayu.
Dinding bangunan harus dibuat sedemikian rupa sehingga sewaktu-waktu dapat dibuka
(ada jendela) utuk mendapatkan sirkulasi udara yang baik. Untuk mengatur sirkulasi
udara di kubung bisa dibuatkan ventilasi buka tutup.
Lantai rumah kumbung sebaiknya beralaskan pasir atau tanah. Agar supaya setelah
dilakukan penyiraman pada lantai kelembabannya selalu terjaga. Atapnya dapat terbuat
dari genting, anyaman bambu, plastik gelombang berwarna gelap.
Ukuran bangunan disesuaikan dengan kebutuhan, yaitu jumlah baglog tanam yang akan
dipelihara. Jumlah 1000 baglog kira-kira memerlukan luas 12 M persegi
Letak bangunan harus lebih tinggi daripada lahan sekitarnya untuk mencegah terjadinya
banjir akibat curah hujan yang deras.
Senin, 28 Desember 2015
Syarat pertumbuhan jamur tiram
Secara alami jamur tiram ditemukan di hutan dibawah pohon bedaunlebar atau dibawah tanaman berkayu. Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak, ditempat terlinung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada ditempat terang dengan cahaya matahari berlipmpah. Pertumbuhan miselium akan tumbuh dengan baik dengan cahaya 500-1000 lux. Begtu juga pada masa pertumbuhan miselum pertumbuhan primordial dan pertumbuhan tubuh buah jamur. Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan buah tidak dapat tumbuh.
Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan penting untuk medapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada uuya suhu yang optimal untuk pertubuhan jmur tiram dibedakan menjadi 2 fase yaitu fase inkubasi yang emerlukan suhu uara berkisar antara 24-29 derajat celcius dengan kelembapan 90-100 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara atara 21-30 derajat celius
Parameter pertumbuhan Besaran
Pertumbuhan miselia substrat tanam
Temperatur inkubasi 24-29 derajat celcius
RH 90-100%
Waktu tumbuh 10-14 hari
Kandungan co 2 5.000 – 20.000 ppm
Cahaya 500-1.000 lux
Srkulasi udara 1-2 jam
Pertumbuhan primordial
Temperatur inisiasi pertubuhan 21-27 derjat celcius
RH 90-100%
Waktu tumbuh 3-5 hari
Kandungan co 2 < 1.000nppm
Cahaya 500-1.000 lux
Sirkulasi udara 4-8 jam
Pembentukan tubuh buah
Temperatur insiasi pertumbuhan 21-30 derajat celcius
RH 90-95%
Waktu tumbuh 3-5 hari
Kandungan co 2 < 1.000 ppm
Cahaya 500-1.000 lux
Siklus panen
Interval waktu 3-4 kali/10-14hari
Jangka waktu panen 2-4 kali/ 7-10 hari
Nilai BER 40-85
Produksi rata-rata per log tanam 400gr
Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan penting untuk medapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada uuya suhu yang optimal untuk pertubuhan jmur tiram dibedakan menjadi 2 fase yaitu fase inkubasi yang emerlukan suhu uara berkisar antara 24-29 derajat celcius dengan kelembapan 90-100 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara atara 21-30 derajat celius
Parameter pertumbuhan Besaran
Pertumbuhan miselia substrat tanam
Temperatur inkubasi 24-29 derajat celcius
RH 90-100%
Waktu tumbuh 10-14 hari
Kandungan co 2 5.000 – 20.000 ppm
Cahaya 500-1.000 lux
Srkulasi udara 1-2 jam
Pertumbuhan primordial
Temperatur inisiasi pertubuhan 21-27 derjat celcius
RH 90-100%
Waktu tumbuh 3-5 hari
Kandungan co 2 < 1.000nppm
Cahaya 500-1.000 lux
Sirkulasi udara 4-8 jam
Pembentukan tubuh buah
Temperatur insiasi pertumbuhan 21-30 derajat celcius
RH 90-95%
Waktu tumbuh 3-5 hari
Kandungan co 2 < 1.000 ppm
Cahaya 500-1.000 lux
Siklus panen
Interval waktu 3-4 kali/10-14hari
Jangka waktu panen 2-4 kali/ 7-10 hari
Nilai BER 40-85
Produksi rata-rata per log tanam 400gr
apakah JAMUR TIRAM ?????
Jamur tiram (pleurotus ostreatus) adalah termasuk jamur konsumsi dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycets. Mengapa disebut jamur tiram ? karena memiliki ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. 1. Klasifikasi ilmiah Kingdom : Fungi Phylum : Basidiomycota Class : Agaricomycetes Order : Agaricales Family : Pleurotaceae ; Agaricaceae Genus : Pleurotus Species : Pleurotus Ostreatus
2. Karakteristik Jamur tiram termasuk tumbuhan. Tubuh buah jamur tiram mempunyai tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa latin : Pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama Pleurotus Ostreatus. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang brtepi tudung mulus sedikit berlekuk. Selain itu jamur tiram juga memiliki spora berbentuk elip berukuran 8-11 x 3-4 µṃ (µṃ = 0.001 mm), serta miselia berwarna putih yang bisa tumuh dengan cepat. Dialam bebas jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpu di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram aalah salah satu jenis jamur kayu. Untuk itu saat ingin membudidayakan alaminya. Media yang umum dipakai utnuk embiakkan jamur tiram adalah serbu gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu 3. Siklus hidup Siklus hidup jamur tiram hampir sama dengan siklus hidup jeis dari keluarga besar Agaricaceae lainnya. Tahap-tahap pertumbuhan jamur tiram adalah sebagai berikut : • Spora (basidiospora) yang sudah masak atau dewasa jika berada di tempat yang lembap akan tumbuh dan berkecambah membentuk serat-serat halus menyerupai serat kapas, yang disebut miselium atau miselia. Pertumbuhan miselia ini meliputi 2 tahap yaitu miselia primer sebagai miselia awal dan mielia sekunder ebagai mielia lanjutan. • Jika keadaan lingkungan tempat tumbuh miselia tersebut baik, dalam arti temperatur, kelembapan, kandungan substrat tempat tumbuh memungkinkan maka kumpulan miselia tersebut akan membentuk primordia atau bakal tubuh buah jamur. • Bakal tumbh jamur tersebut kemudian akan membesar, dan pada akhirnya akan membentuk tubuh buah atau bentuk jamur yang kemudian dipanen. • Tubuh buah jamur dewasa akan membentuk spora. Spora ini tumbuh di bagian ujung basidium, sehingga disebut basidispora. Jika sudah matang tau dewasa sporah jatuh dari tubuh buah jamur Waktu yang diperlukan untuk setiap stdium atau tingkatan daur hidup bervarasi, tergantung pada : • Bentuk dan sifat media atau substrat/ tepat tubuh • Lingkungan yang mendukung, misalnya ligkungan fisik (cahaya, tmperature), lingkungan kimia (keasaman/pH, kadar air), dan lingkungan biologis (kehadiran jasad lain, misalnya bakteri atau jamur liar) • Jenis aau strain jamur Dalam keadaan normal waktu yan diperlukan dari perkecambahan spora sampai terbentuk tubuh buah rata-rata antara 1-2 bulan.
2. Karakteristik Jamur tiram termasuk tumbuhan. Tubuh buah jamur tiram mempunyai tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa latin : Pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama Pleurotus Ostreatus. Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang brtepi tudung mulus sedikit berlekuk. Selain itu jamur tiram juga memiliki spora berbentuk elip berukuran 8-11 x 3-4 µṃ (µṃ = 0.001 mm), serta miselia berwarna putih yang bisa tumuh dengan cepat. Dialam bebas jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah sejuk. Tubuh buah terlihat saling bertumpu di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram aalah salah satu jenis jamur kayu. Untuk itu saat ingin membudidayakan alaminya. Media yang umum dipakai utnuk embiakkan jamur tiram adalah serbu gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu 3. Siklus hidup Siklus hidup jamur tiram hampir sama dengan siklus hidup jeis dari keluarga besar Agaricaceae lainnya. Tahap-tahap pertumbuhan jamur tiram adalah sebagai berikut : • Spora (basidiospora) yang sudah masak atau dewasa jika berada di tempat yang lembap akan tumbuh dan berkecambah membentuk serat-serat halus menyerupai serat kapas, yang disebut miselium atau miselia. Pertumbuhan miselia ini meliputi 2 tahap yaitu miselia primer sebagai miselia awal dan mielia sekunder ebagai mielia lanjutan. • Jika keadaan lingkungan tempat tumbuh miselia tersebut baik, dalam arti temperatur, kelembapan, kandungan substrat tempat tumbuh memungkinkan maka kumpulan miselia tersebut akan membentuk primordia atau bakal tubuh buah jamur. • Bakal tumbh jamur tersebut kemudian akan membesar, dan pada akhirnya akan membentuk tubuh buah atau bentuk jamur yang kemudian dipanen. • Tubuh buah jamur dewasa akan membentuk spora. Spora ini tumbuh di bagian ujung basidium, sehingga disebut basidispora. Jika sudah matang tau dewasa sporah jatuh dari tubuh buah jamur Waktu yang diperlukan untuk setiap stdium atau tingkatan daur hidup bervarasi, tergantung pada : • Bentuk dan sifat media atau substrat/ tepat tubuh • Lingkungan yang mendukung, misalnya ligkungan fisik (cahaya, tmperature), lingkungan kimia (keasaman/pH, kadar air), dan lingkungan biologis (kehadiran jasad lain, misalnya bakteri atau jamur liar) • Jenis aau strain jamur Dalam keadaan normal waktu yan diperlukan dari perkecambahan spora sampai terbentuk tubuh buah rata-rata antara 1-2 bulan.
cara membuat bibit F1 jamur tiram
untuk membuat bibit F1 jamur tiram secara proses hampir sama dengan membuat baglog jamur tiram seperti yang sudah dibahas di post yang lalu..akan tetapi ada beberapa yang berbeda prosesnya.
ok mas brow....kita mempersiapkan dulu bahan-bahan yang dibutuhkan : bahan - bahan ; - gergajian kayu 50 % - bekatul 30 % - tepung jagung 10 % - tetes tebu 2 % - air peralatan : - botol tomat ( yang sudah dicuci bersih ) - kapas - tutup plastik - karet - autoclave - enkas / laminar insyaALLOH begini caranya : campurkan bahan-bahan diatas sehomogen mungkin lalu komposkan 1 hari aja....dengan ditutup karung goni dimasukkan karung bahan yang tercampur tadi akan terkomposkan dengan tanda-tanda media suhunya panas.... masukkan media yang udah terkomposkan tadi kedalam botol dan padatkan menggunakan kayu yang dapat masuk dalam botol lalu tutup botol dengan kapas dan kemudian tutup dengan plastik dan ikat dengan karet... setelah itu masukkan kedalam autoclave proses sterilisasi dalam autoclave kisaran suhu 120 derajat celcius dan tekanan mencapai 1 atsmosfir atau 2 BAR pertahankan kira-kira setengah jam yah setelah dingin angkat dan mulai proses inakulasi atau pembibitan....( liat cara inakulasi ) selamat mencoba.. semoga bermanfaat...
ok mas brow....kita mempersiapkan dulu bahan-bahan yang dibutuhkan : bahan - bahan ; - gergajian kayu 50 % - bekatul 30 % - tepung jagung 10 % - tetes tebu 2 % - air peralatan : - botol tomat ( yang sudah dicuci bersih ) - kapas - tutup plastik - karet - autoclave - enkas / laminar insyaALLOH begini caranya : campurkan bahan-bahan diatas sehomogen mungkin lalu komposkan 1 hari aja....dengan ditutup karung goni dimasukkan karung bahan yang tercampur tadi akan terkomposkan dengan tanda-tanda media suhunya panas.... masukkan media yang udah terkomposkan tadi kedalam botol dan padatkan menggunakan kayu yang dapat masuk dalam botol lalu tutup botol dengan kapas dan kemudian tutup dengan plastik dan ikat dengan karet... setelah itu masukkan kedalam autoclave proses sterilisasi dalam autoclave kisaran suhu 120 derajat celcius dan tekanan mencapai 1 atsmosfir atau 2 BAR pertahankan kira-kira setengah jam yah setelah dingin angkat dan mulai proses inakulasi atau pembibitan....( liat cara inakulasi ) selamat mencoba.. semoga bermanfaat...
Langganan:
Postingan (Atom)
